Saat Suku Batak memasuki Budaya Sunda

CONTOH KASUS EMOTIONAL INTELLIGENCE DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
hdh
Yuli adalah seorang mahasiswa baru di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Yuli adalah seorang yang bersuku Batak yang memasuki budaya suku Sunda. Karena seorang mahasiswa baru, Yuli harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dulu di kampung halamannya, semua hal begitu terorganisir sangat berbeda dengan kehidupan kampusnya.ini membuat Yuli sangat terkejut dan tidak dapat mengkontrol lingkungannya. Terutama dalam menghadapi teman-teman yang sungguh berbeda karakter dengan dirinya dan juga tekanan yang sering secara tidak langsung diberikan teman-temannya karena memiliki logat bicara yang cenderung keras dan menekankan setiap huruf ‘E’ pada setiap pembicaraannya. Hal itulah yang membuat Yuli sangat emosional dan menjauhi teman-temannya. Dia sering berprasangka buuruk kepada teman-temannya, sering marah, dan cendedrung menutup diri. Padahal mungkin teman-temannya tidak mempunyai tujuan untuk memperolok logat Yuli. Teman-temannya merasa bahwa Yuli sangat tidak berbaur dengan mereka, tidak mau bekerja sama apabila sedang diadakannya kerja kelompok dan pada akhirnya teman-temannya juga menjauhi Yuli. Yuli akhirnya merasakan frustasi karena lingkungan tidak mendukung dia dalam akademiknya. Setelah beberapa minggu, pada pemberian materi emotional intelligence dijelaskan apa itu kecerdasan emosi dan bagaimana seseorang mengatasi dan mengkontrol emosi seseorang itu. Dari pemberian materi tersebut, Yuli mulai menerapkan hal-hal yang baru dia pelajari. Pertama, dia mengenali emosional dalam dirinya dan mengklasifikasikan mana yang emosi negatif dan man yang positif. Yang kedua, melepaskan emosi yang negatif, dan menyadari bahwa emosi negatif itu menunda kesuksesan dalam kehidupan kita dan menjauhkan teman-teman sekeliling kita. Setelah itu, cara ketiga yang dia lakukan adalah mengkontrol emosi dalam dirinya, ini adalah tahap yang sangat penting karena dengan mendalami ini, Yuli dapat mengendalikan segala bentuk emosi dalam dirinya baik itu positif dan negatif. Yang keempat, memotivasi diri bahwa dia bisa melakukan segala hal dengan positif dan menghilangkan sisi negatif. Dan yang terakhir, yang kelima adalah mengenali emosi orang lain, tidak hanya mengenali emosi dalam diri sendiri tetapi juga orang lain, dengan mengenali emosi orang lain Sari dapat memberi tanggapan dan tindakan yang benar. Setelah beberapa waktu menerapkan hal-hal tersebut, teman-teman Yuli mulai banyak dan Yuli juga sudah mulai berubah, dan sekarang teman-temannya sangat menyenanginya dan gemar bertanya ataupun berdiskusi bersama Yuli. Dalam hati Yuli mempunyai prinsip baru yaitu bahwa tidak selamanya orang yang menerima keadaan kita, tetapi lebih baik kita yang memperbaiki keadaan itu. Terima kasih.

Iklan

Cara Meningkatkan Emotional Intelligence

Cara Meningkatkan kecerdasan Emosinal dalam Diri Seseorang

           
indexKJBK
Seperti yang kita ketahui kecerdasan emosinal sangat penting untuk diri kita untuk mengkontrol segala sesuatu tindakan untuk lingkungan sekitar, tetapi tidak jarang kita melihat begitu banyak orang tidak dapat meningkatkan kecerdasan emosional mereka. Disisni saya akan mengurikan sedikit bagaimana cara meningkatkan kecerdasan emosional dalam diri kita.

Cara meningkatkan kecerdasan emosional ini menurut Mocendik, yaitu:

  • Mengenali Emosi Diri

Di sini, anda diharapkan dapat mengenali emosi yang sedang bergejolak dalam diri anda sendiri, seperti contoh marah, senang, sedih, dan lain sebagainya.

  • Melepaskan Emosi Negatif

Setelah anda dapat mengklasifikasikan emosi anda, hal-hal yang negatif coba lepaskan. Sadari bahwa emosi negatif mempunyai dampak yang buruk buat kesehatan anda, terlebih untuk orang-orang di sekeliling anda. Dengan mempertahankan emosi niegatif dalam diri anda, itu juga akan menjauhkan kesuksesan dalam hidup anda.

  • Mengkontrol Emosi diri

Kemampuan anda dalam mengendalikan emosi anda, itu adalah salah satu cara untuk mencapai kesuksesan anda karena anda akan mengetahui tindakan apa yang akan anda ambil apabila anda sedang berada dalam emosi seperti apa. Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu : Pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda. Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya.

  • Memotivasi Diri

Menata emosi mempunyai tujuan utama yaitu kesuksesan dalam berhubungan dengan diri semdiri maupun orang lain. Dengan lebih memotivasi diri sendiri, kesuksesan dalam menggapai kesuksesan itu sangat penting.

  •  Mengenali Emosi Orang Lain

Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.

Referensi: Goleman Daniel, 1997. Emotional Intellegence. Gramedia: Jakarta

 

Bagian-Bagian Emotional Intellegence

Emotional Intellegence

images
Apabila kita mempunyai kecerdasan emosi kita dapat melakukan hal-hal yang kita anggap dulunya tidak bisa.

Bagian-bagian emotional intellegence:

  • Modification situation yaitu dapat diartikan memodifikasi situasi yantg ada, yang tidak dapat lagi dipilih, agar efek emosinya teralihkan, melalui modifikasi lingkungan eksternal dan fisik, bentuknya bisa berupa hadirnya individu lain dan tindakan dari individu tersebut, atau modifikasi lingkungan fisik.
    • Attentional deployment :  perilaku yang menunjukkan cara bagaimana seseorang mengarahkan perhatiannya didalam sebuah situasi untuk mengatur emosinya, bisa dianggap sebagai versi internal dari situation selection. Strategi utama kelompok ini adalah konsentrasi dan distraksi yang bisa terjadi dalam tiga bentuk yaitu sebagai berikut:
      (1) penarikan perhatian berupa fisik, misalnya menutup mata atau telinga ketika takut melihat atau  mendengar sesuatu yang menakutkan,

(2) mengarahkan kembali perhatian internal, misalnya melalui distraksi atau konsentrasi, dan

 (3) merespon kembali pengalihan perhatian pada seseorang yang dilakukan oleh orang lain,

  • Cognitive change : cara seseorang mengubah penilaian terhadap situasi dengan tujuan mengubah signifikansi emosi, bisa juga dikatakan versi internal dari situation modification
  • Response modulation : mempengaruhi respon emosi (perilaku, pengalaman subyektif, fisiologis) yang sudah muncul, misalnya  menekan rasa marah kepada seseorang, menangis saat sedih.

Referensi: Goleman Daniel, 1997. Emotional Intellegence. Gramedia: Jakarta

 

 

EMOTIONAL INTELLIGENCE

Emotional Intelligece
EMOSI
PENGERTIAN EMOSI
 Emosi adalah pola reaksi yang mengandung perubahan fisiologis, perilaku ekspresif dan states of feeling yang muncul sebagai respon terhadap situasi (Wortman, Loftus & Weaver, 1999).
 Santrock (2007) menyatakan emosi seringkali disamaartikan dengan perasaan atau afek yang melibatkan gabungan antara keterbangkitan fisik (physical arousal) dan perilaku nyata (overt behavior).
 Campos (2004), Emosi didefinisikan sebagai perasaan atau affect, yang terjadi ketika seseorang berada dalam suatu kondisi atau suatu interaksi yang penting baginya, terutama bagi kesejahteraannya.
 Emosi bercirikan perilaku yang merefleksikan atau mengekspresikan kepuasan atau ketidakpuasan dari keadaan atau transaksi individu.
Jadi emosi adlah ungkapan perasaan yang kita ekspresikan atas suatu peristiwa atau pun terhadap situasi tertentu. Proses penyampaian emosi tersebut dapat digambarkan kedalam sebuah bagan seperti bagan yang dibawah ini,
nc
Emosi dapat diklasifikasikan atas beberapa bagian.
 Plutchik (1994) : 7 emosi dasar (primer) pada manusia, yaitu fear, disgust, wonder, anger, subjection, elation, tender.
 Ekman dalam Dalgleish (2000), ada 6 macam yang termasuk emosi dasar, yaitu marah, takut, sedih, senang, surprise dan disgust.
a
(Gambar Ekspresi seseorang)
EMOTIONAL INTELLIGENCE
 Salovey and Mayer (1997) : Emotional intelligence (Ei) describes the ability, capacity, skill or, in the case of the trait EI model, a self-Perceived ability to identify, asses, and control the emotions of one’s self, of others, and of groups.
ABILITY MODEL
ABILITY Ability to perceive emotion, integrate emotion to facilitate thought, understand emotions understand emotions and to regulate emotions to promote personal growth.”

Trait EI Model
Petrides and colleagues (see also Petrides, 2009) proposed a conceptual distinction between the ability based model and a trait based model of EI.Trait EI is “a constellation of emotional self-perceptions located at the lower levels of personality”. In lay terms, trait EI refers to an individual’s self-perceptions of their emotional abilities.
EMOTION REGULATION
zgbz

Jadi Emotional Intellegency adalah bagaimana kita dapat mengkontrol ekspresi dalam tubuh kita tterhadap situasi tertentu.